9 Ciri Khas Kota Malang Yang Sulit Dilupakan

Ciri khas Kota Malang telah dikenal oleh berbagai masyarakat baik dalam maupun luar Kota Malang. Dengan beraneka ragam budaya menjadikan kota dingin ini memiliki berbagai ciri khas yang unik serta menarik.

Disisi lain, dari adanya ciri khas itulah yang menjadikan jati diri serta ikon Kota Malang. Berikut merupakan beberapa ciri khas yang penulis rangkum dalam ulasan ini.

ciri khas kota malang

Masakan pedas

Bukan Kota Malang kalau masakannya tidak ‘pedas’. Yap, bagi semua yang sudah mengenal Kota Malang pastinya sudah tidak kaget dengan kota dingin yang memiliki kuliner dengan rasa khas ”Pedas” ini. Salah satu ciri khas Kota Malang yakni memiliki banyak macam kuliner yang menawarkan menu utama berbahan dasar ‘cabai’ bagi para penggemar masakan pedas tentunya. Bahkan banyak dari kuliner pedas tersebut menjadi ciri khas makanan Malang favorit yang selalu diburu untuk memanjakan lidah para penggemarnya.

masakan pedas kota malang

Tingginya daya saing pada segala jenis kuliner di Kota Malang menuntut para pemilik kuliner pedas untuk memiliki ciri khas masing-masing sebagai strategi  pemasaran agar bisa menunjukkan letak keunggulan kuliner yang mereka jual. Strategi tersebut juga untuk mengenalkan perbedaan antar ‘warung pedas’ yang ada di Malang kepada para konsumen, sehingga konsumen dapat dengan mudah membedakan warung satu dengan yang lainnya.

Bahasa terbalik (Logat)

Kota Malang memang sudah terkenal dengan bahasanya yang ”unik”, yaitu selalu dibolak-balik pelafalannya, menjadi budaya khas Malang. Salah satu ciri khas Kota Malang adalah bahasanya yang dibolak-balik ini. Tidak semua kata dalam bahasa Malang dibalik dalam pengucapannya. Hanya kata-kata yang pantas dan ‘enak didengar’ serta ‘enak diucapkan’ saja yang dibalik penyebutannya. Misalnya seperti Malang (menjadi Ngalam), apik (menjadi kipa), sekali (menjadi ilakes), mas (menjadi sam), sehingga jika digabungkan menjadi sebuah kalimat ”Malang apik (bahasa Indonesia=bagus) sekali mas” menjadi ”Ngalam kipa ilakes sam”.
boso walikan malang
Kata lain yang serupa misalnya makan (menjadi nakam), bakso (menjadi oskab), dan lain sebagainya. Contoh lainnya misalnya saat ingin menanyakan ”kamu pulang jam berapa mas?”, menjadi ”umak helum (bahasa Jawa=muleh) jam orip (bahasa Jawa=piro) sam”, dan lain sebagainya. Ciri khas Kota Malang yang satu ini seringkali digunakan penduduk Malang sendiri.

Malang Kota Wisata

Keindahan panorama Kota Malang memang sudah tidak diragukan lagi. Dengan panorama indah yang dapat memanjakan mata tersebar di daerah Malang, menjadikan tempat ini banyak dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memiliki ragam keunikan dari setiap objeknya, sehingga kota ini memiliki ciri khas sebagai kota wisata.

malang kota wisata

Dari ciri khas Kota Malang ini sehingga mendapat julukan ”Beautifull Malang”, karena memang kota dingin ini memiliki banyak hal serta tempat yang indah untuk dikenal dan dikunjungi. Berbagai tempat wisata di Malang mulai dari wisata pegunungan, wisata pantai, wisata edukasi, hingga wisata kuliner lengkap tersedia di Malang Raya.

MaKoBu (Malang Kota Bunga)

Penyebutan Kota Malang sebagai Kota Bunga berawal dari adanya kebijakan Pemerintah Kotapraja Malang pada tahun 1922 berkonsentrasi membangun taman-taman kota dengan beraneka tanaman. Kemudian dengan adanya pembangunan taman tersebut, Pemerintah Kolonial Belanda memberikan sebutan de Bloemenstad (Kota Bunga) kepada Kota Malang. Setelah itu taman-taman pun mulai marak tidak hanya di wilayah Kota Malang, namun seluruh Malang Raya.

malang kota bunga

Sesuai dengan keputusan Pemerintah pada tahun 1937 no.24 bahwa dibangun Pasar Bunga yang berlokasi di Alun-alun Kota Malang. Tujuan dari adanya Pasar Bunga tersebut yakni untuk menambah keindahan kota. Malang Kota Bunga ini juga menjadi salah satu ciri khas Kota Malang.

Bagi masyarakat Malang sendiri memanfaatkan bunga pada kegiatan upacara tradisional serta upacara pemakaman. Namun berbeda dengan penduduk Eropa yang lebih memanfaatkan bunga sebagai hiasan rumah.

Seorang Sejarawan Dwi Cahyono menyatakan bahwa penyebutan Kota Bunga semakin digemakan pasca kemerdekaan saat adanya KNIP di Gedung Societet Concordia tahun 1947 (yang sekarang menjadi Sarinah Malang), karena pada saat itu mayoritas warga Belanda senang dengan adanya bunga di Pasar Bunga Alun-alun Kota Malang.

Dwi Cahyono pun mengatakan bahwa mereka menulis dalam sebuah majalah, ”Kalau ingin melihat bunga yang bagus, datanglah ke Malang”.

Topeng Malangan 

Topeng Malangan atau bisa juga disebut dengan Wayang Topeng juga merupakan salah satu ciri khas Kota Malang. Kebudayaan Kota Malang ini memiliki sejarah yang cukup unik dari Kerajaan Kanjuruhan yang pada saat itu didominasi oleh sastra India. Mengapa demikian? Hal tersebut berawal karena pada zaman tersebut India sering mengirimkan pedagang pada salah satu kerajaan yang sering bekerjasama dengan India, sehingga dari situlah budaya topengan ini muncul.

topeng malangan

Pada awalnya budaya topengan ini dipakai untuk menceritakan kisah Ramayana dan Mahabarata. Namun kemudian dihubungkan dengan acara religi sehingga membuat acara menjadi sakral. Akan tetapi, pada saat pemerintahan Raja Erlangga, kesenian topeng ini mengalami perubahan dalam penggunaan acara, menjadi kebudayaan biasa dan lebih condong ke seni tari. Tujuan dari adanya perubahan tersebut agar memudahkan penari, serta tidak menggunakan riasan karena mengingat pada zaman dulu masih susah untuk dilakukan, sehingga lebih fleksibel.

Jadi budaya Topeng Malang ini merupakan budaya serapan dari Bangsa India yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat pribumi pada saat itu, dan menjadi budaya asli Malang.

Masjid Tiban (Masjid Turen)

Mayoritas masyarakat Malang mungkin sudah tidak asing dengan masjid besar nan megah yang berada di Kecamatan Turen Kabupaten Malang ini. Ciri khas Kota Malang yang satu ini memang sangat mengejutkan bagi banyak orang.


Sebagian masyarakat ada yang menyebut masjid megah ini dengan Masjid Turen karena letaknya di Kecamatan Turen, namun sebagian lagi ada yang menyebutnya sebagai Masjid Tiban. Kata ”Tiban” merupakan kata serapan dari Bahasa Jawa yang berarti ”tiba-tiba”. Mengapa demikian? Lantas apa hubungan antara kata ”tiba-tiba” dengan adanya masjid tersebut?

Sebagian masyarakat ada yang menganggap masjid ini muncul secara tiba-tiba (dengan sendirinya) tanpa diketahui proses pembangunannya. Mereka yang memiliki anggapan seperti itu berasumsi bahwa masjid tersebut dibangun dengan adanya bantuan para Jin, sehingga proses pembangunannya dapat diselesaikan dengan cepat mengingat megahnya bangunan tersebut yang mencapai 10 lantai.

Namun masyarakat yang berasumsi secara logika menganggap masjid tersebut sebagai masjid pada umumnya. Lantas bagaimana dengan kemunculannya yang secara tiba-tiba dengan bangunan megah seperti itu? Jawabannya pun logis. Mereka yang percaya kembali berasumsi bahwa masjid tersebut dibangun oleh manusia yang berjumlah ratusan. Siapakah mereka itu? Masjid Tiban tersebut sebenarnya merupakan Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah), sehingga ratusan orang yang dianggap turut membangun masjid tersebut merupakan santri dari Pondok Pesantren itu sendiri.

Tapi bagaimana bisa proses pembangunan masjid tidak diketahui oleh masyarakat sekitar? Mengingat lokasi masjid yang berada di tengah permukiman warga.  Pembangunan masjid ini dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk di sekitar pondok. KH. Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh membantah terhadap adanya isu mengenai pembangunan pondok yang berdiri atas bantuan dari Jin. Pernyataan ini terpampang jelas sekali di depan meja resepsionis dengan bertuliskan, ”Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (pondok muncul dengan sendirinya), dibangun oleh jin dan sebagainya, itu tidak benar. Sebenarnya bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah.”

Masjid Tiban yang sebenarnya Pondok Pesantren ini menjadi salah satu ciri khas  Malang karena berlokasi di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Selain itu masjid ini juga menjadi salah satu objek wisata di Kota Malang bernuansa religi.

Bakso Malang

Bakso merupakan kuliner yang memang sudah umum, bahkan di setiap daerah dapat dipastikan banyak yang menjual makanan ini. Bakso Malang telah menjadi ciri khas makanan Malang yang unik. Di Kota Malang ada dua tempat warung bakso yang sangat terkenal bahkan sudah melegenda dan tidak pernah sepi pelanggan tiap tahunnya.

Bakso Presiden dan Bakso Kota Cak Man. Yah, itulah dua warung bakso yang sangat terkenal di Kota Malang. Tempat bakso tersebut sudah ada sejak dulu, hingga saat ini menjadi makanan khas Malang tempo dulu. Bahkan artis papan atas pun banyak yang selalu mampir ke tempat ini jika mereka berkunjung ke Kota Malang.

bakso kota malang

Dua warung bakso ini seolah-olah telah menjadi tempat rujukan bagi penggemar bakso dari dalam maupun luar daerah Malang, sehingga memang tak heran jika kedua tempat ini selalu ramai akan pelanggan. Karena warung-warung bakso ini memiliki ciri khas Kota Malang tersendiri serta strategi pemasaran masing-masing yang dapat menarik banyak konsumen. Meskipun terbilang high budget untuk kedua bakso ini, namun tak menjadi masalah bagi penggemarnya.

Kripik Tempe Malang

Produk tempe dari Kota Malang memang sudah diakui memiliki kelezatan yang berbeda dengan produk tempe dari daerah lain. Perbedaan tersebut terletak pada bahan dasar kedelai yang digunakan. Bagaimana Tempe yang menjadi ciri khas Kota Malang ini? Tempe Malang diproduksi dari bahan kedelai Import, sehingga berpengaruh tehadap hasil tempe yang terbentuk dengan baik dan rasa yang lebih lezat dari tempe daerah lain.

kripik tempe malang

Proses pembuatan kripik tempe Malang menggunakan dua metode,  yakni dengan teknologi modern dengan dibantu alat-alat pendukung, dan juga secara manual. Dalam pembuatannya bahan-bahan yang digunakan tergolong mudah untuk ditemukan. Karena hanya membutuhkan tempe kedelai, tepung terigu, tepung beras, telur ayam, bawang putih, daun jeruk purut, kapur sirih, rempah-rempah, garam dan gula, penyedap rasa, serta minyak nabati.

Produk kripik tempe Malang telah menjadi ciri khas Kota Malang yang unik. Setiap wisatawan yang berkunjung biasanya juga membeli oleh-oleh ini. kini sudah memiliki banyak varian rasa dan akan terus dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman dan permintaan konsumen. Varian rasa tersebut diantaranya yaitu ayam bakar, ayam bawang, ayam bawang pedas, balado, original, keju, rumput laut, dan lain sebagainya.

Biasanya setelah mengunjungi wisata Kota Malang, para wisatawan membeli oleh-oleh khas Malang yang satu ini. Kripik tempe ini seringkali menjadi oleh-oleh bagi para wisatawan saat berkunjung ke Kota Malang.

Sari Apel Malang

Sari Apel Malang, memang hampir semua sudah mengenal produk ini. Menjadi salah satu produk yang unik hingga menjadi ciri khas Kota Malang. Seperti yang diketahui bahwa Buah Apel merupakan buah khas yang berada di Daerah Malang, dan bahkan menjadi ikon bagi Kota Malang dan Kota Batu. Sari apel mulai diproduksi tahun 2000 dan mendapat sambutan yang sangat baik dari konsumen, sehingga langsung dikenal oleh masyarakat baik dalam maupun luar Malang.

sari apel malang

Buah Apel yang dapat digunakan untuk Sari Apel hanya jenis tertentu saja. Yaitu jenis apel romebeauty dan manalagi. Dua jenis ape ini dapat digunakan sebagai sari apel karena kadar airnya sedikit. Buah Apel yang akan diproses sebelumnya perlu diseleksi terlebih dahulu. Proses seleksi tersebut untuk memilah ukuran dan bentuk buah apel. Setelah diseleksi, kemudian proses memilah biji buah apel dari dagingnya, lalu dicuci. Kemudian proses pembuatan sari apel menggunakan mesin untuk mengeluarkan sarinya, setelah itu ditambahkan gula.

Produk sari apel khas Kota Malang ini tidak menggunakan pemanis buatan, pembuatan sari apel ini hanya menggunakan gula murni, semua diolah dari bahan alami tanpa campuran dan diolah secara higienis.

Itulah 9 ciri khas Kota Malang yang sulit dilupakan bagi masyarakat asli maupun para perantau yang tinggal di Kota Malang. Ciri khas Kota Malang ini juga dikenal banyak orang karena banyaknya orang yang berkunjung ke Kota Malang.

2 comments